Pusat Studi Hukum Properti Indonesia

Ikon

Just another WordPress.com weblog

Transaksi Aset Perusahaan dalam komparisi Perjanjian

Tanya:

PSPH yang terhormat,

Saya ingin menanyakan persoalan hukum berkaitan dengan perjanjian yang akan saya buat, kasusnya saya gambarkan sebagai berikut; Saya memiliki sebuah perusahaan yang bergerak di bidang financial. Perusahaan saya ini memiliki banyak asset yang tercatat atas nama perusahaan salah satunya adalah sebidang tanah di daerah Jakarta Timur di mana Perusahaan financial ini berkedudukan sebagai pemegang Hak Guna Bangunan/ HGB atas tanah tersebut. Selanjutnya salah satu anak perusahaan dari perusahaan itu sebutlah Perusahaan X yang bergerak di bidang pengembang / developer bekerja sama untuk menggunakan asset sebidang tanah di Jakarta Timur. Bagaimana pengaturannya supaya dalam perjanjian pengikatan jual beli yang nantinya akan dibuat oleh Perusahaan X dengan para konsumen yang berencana membeli unit-unit yang dibangun di atas tanah tersebut tetap sah secara hukum/ Karena yang melakukan transaksi dengan konsumen adalah Perusahaan X bukan Perusahaan Finansial sebagaimana diatur dalam perjanjian kerja sama antara Perusahaan Finansial dengan Perusahaan X. Saya tunggu jawabannya terima kasih.

Jawab:

Berkaitan dengan permasalahan yang Anda gambarkan, maka dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

Dalam setiap perjanjian ada yang disebut komparisi, termasuk komparisi (Para Pihak) yang terdapat dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).

Komparisi adalah pihak yang berwenang untuk melakukan atau menandatangani suatu transaksi atau perjanjian dalam hal ini baik sebagai penjual maupun sebagai pembeli. Mengingat bukti kepemilikan tanah (sertifikat HGB) yang menjadi lahan pembangunan unit-unit tercatat atas nama Perusahaan Finansial berarti pihak yang berwenang melakukan/ menandatangani PPJB adalah Direksi Perusahaan Finansial dengan persetujuan tertentu sebagaimana diatur dalam anggaran dasar perseroannya, jika yang akan melakukan transaksi/ menandatangani PPJB dengan pihak konsumen adalah Perusahaan X maka haruslah kedua Perusahaan tersebut mempunyai hubungan terlebuh dahulu. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah perjanjian kerja sama seperti yang dilakukan oleh Perusahaan Finansial sebagai pemilik lahan tanah (land lord), dengan Perusahaan X sebagai pemodal (investor) sekaligus sebagai managemen proyek yang akan memebangun, memasarkan dan mengelola unit-unit tersebut.

Dengan demikian komparisi perjanjian akan berbunyi:

“Perusahaan X“, suatu perseroan terbatas yang didirikan dan tunduk pada hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di __________, Jalan [__________________________], diwakili oleh [________________________], selaku Direksi Perseroan, yang dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Perusahaan Finansial, suatu perseroan terbatas yang didirikan dan tunduk pada hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di ___________, Jalan [________________________], berdasarkan perjanjian kerja sama pembangunan unit-unit, bernomor ________________ tertanggal ________________. Selanjutnya disebut “PIHAK PERTAMA“

semoga bermanfaat.

Salam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: