Pusat Studi Hukum Properti Indonesia

Ikon

Just another WordPress.com weblog

Tata Tertib Apartemen

Hal apa yang perlu diketahui oleh para pemilik Satuan Unit Rumah Susun (Apartemen) ?

Di zaman modern ini sudah banyak masyarakat yang memiliki Satuan Unit Rumah Susun (disebut “Apartemen”) tetapi banyak pula yang tidak mengetahui aturan hukum kepenghuniannya, dan Tata Tertibnya. Oleh karena itu sedikit saya berikan penjelasan mengenai bagaimana seharusnya aturan tersebut berada dan wajib ditaati oleh penyewa ataupun pemilik yang mendiami apartemen tersebut.

Muncul didalam benak masyarakat dimana mempunyai pandangan bahwa   mempunyai apartemen itu nyaman, aman dan praktis ? Tentu saja bagi sebagian besar masyarakat menjawab “ya”. Istilah “one stop service” atas pengelolaan apartemen tersebut telah diatur oleh  Badan Pengelola (Property Management) yang ditunjuk oleh Pengurus Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (Pengurus PPRS) mulai dari kebersihan, keamanan, parkir sampai dengan penggunaan fasilitasnya seperti gym, swimming pool, dll. Tetapi memang untuk Apartemen kalangan menengah ke atas membutuhkan pembiayaan yang relatif mahal, yaitu diharuskan bagi penghuni untuk mengeluarkan biaya yang dikenal dengan istilah “Service Charge” ataupun “Singking Fund” yang ditagihkan per bulannya oleh Badan Pengelola kepada Pemilik Apartemen tersebut.

Kenyamanan yang diperoleh merupakan perwujudan atas saling pengertian dan kerjasama antar penghuni karena menghuni didalam satu bagian bersama, tanah bersama, dan benda bersama. Untuk itu Secara keseluruhan  apa yang saya jelaskan diatas  diatur di dalam :

-                Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun;

-                Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1988 tentang Rumah Susun;

dan aturan yang dibuat oleh para penghuni melalui Rapat Umum Anggota dan dijalankan oleh Pengurus Perhimpunan Penghuni (PP) adalah:

-                Anggaran Dasar Perhimpunan Penghuni (PP), yang mengatur susunan organisasi PP, fungsi, tugas pokok, serta hak dan kewajiban anggota PP;

-                Anggaran Rumah Tangga PP, mengatur mekanisme kerja organisasi dan tata tertib pengelolaan (House Rule);

-                Tata tertib pengelolaan (House Rule), yang mengatur tentang tata cara perilaku penghuni terhadap pemanfaatan benda dan bagian bersama (common area) berikut fasilitasnya termasuk larangan-larangan perilaku penghuni.

Sebagai gambaran singkat saya jelaskan apa isi dari tata tertib pengelolaan sehingga dapat mewujudkan kepenghunian yang nyaman, aman, dan praktis.

TATA TERTIB PENGELOLAAN

1.             Untuk tidak menggunakan bagian unit apartemen manapun  atau bagian umum dari area manapun untuk tujuan-tujuan yang tidak sah apapun juga. Penggunaan apartemen harus dibatasi/sesuai dengan tujuan kediaman/hunian (bukan untuk kegiatan usaha dalam bentuk apapun juga).

2.             Untuk tidak mengizinkan atau melakukan apapun di dalam unit apartemen atau area umum manapun yang dapat menciptakan suara gaduh yang tidak perlu, gangguan atau merusak ketenangan atau menyebabkan ketidaknyamanan bagi Penghuni yang lain.

3.             Untuk tidak menggunakan area umum manapun untuk tujuan pengeringan pakaian. Semua pengeringan pakaian hanya terbatas  pada unit apartemen dan diatur serapi mungkin.

4.             Untuk tidak menaruh tong sampah apapun, kaleng sampah, barang-barang atau barang-barang lain di depan unit apartemen atau di area umum dan membuang sampah dari lantai atas ke lantai lain.

5.             Kecuali dengan seizin Badan Pengelola tidak ada tanda eksternal, papan merek, pesan-pesan, iklan-iklan, bendera-bendera, penatu-penatu, panji-panji, kutub atau proyeksi-proyeksi lainnya atau struktur-struktur apapun juga memperpanjang bagian luar dari bagian lain dari unit apartemen yang boleh dipasang.

6.             Tidak ada unit-unit pengaturan suhu atau radio lain atau antena-antena televisi atau parabola atau peralatan tetap lain boleh dipasang di dinding  atau melalui jendela atau dinding luar dari apartemen lain (kecuali di mana pembukaan proses pengaturan suhu disediakan) tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Badan Pengelola, yang akan mempunyai hak mutlak untuk menjamin atau menolak persetujuan seperti itu.

7.             Untuk tidak mengecat, menambahkan atau memperlihatkan pada bagian lain dari unit apartemen atau area perdagangan, pesan bisnis atau iklan kecuali dengan persetujuan tertulis dari Badan Pengelola.

8.             Tidak ada Penghuni yang boleh menanam tumbuhan atau peralatan apapun atau menggunakan bahan bakar apapun atau menggunakan metode apapun yang mungkin menghasilkan kebocoran gas, asap, cairan atau yang lainnya kecuali dengan izin tertulis dari Badan Pengelola yang memiliki pertimbangan mutlak di dalam mengabulkan atau menolak persetujuan tersebut.

9.             Tidak ada risiko, bahaya, bahan peledak atau barang-barang material yang boleh disimpan atau diizinkan untuk disimpan oleh Penghuni manapun kecuali secara layak diperlukan untuk kepentingan memasak.

10.          Tidak ada barang-barang yang tidak sah boleh disimpan atau diizinkan untuk disimpan di dalam apartemen atau area umum.

11.          Tidak ada Penghuni yang boleh melakukan apapun terhadap sistem pengeringan unit apartemen sehingga tersumbat.

12.          Penghuni tidak boleh membuang atau mengizinkan untuk membuang pada bagian manapun dari unit apartemen, berupa sampah atau apapun yang juga, kecuali jika menggunakan jasa atau fasilitas-fasilitas yang disediakan untuk pembuangan.

13.          Tidak ada Penghuni boleh membuat perubahan struktural manapun jika tidak pada unitnya, yang akan bertentangan dengan hak Penghuni lainnya, kecuali jika disetujui oleh Badan Pengelola.

14.          Untuk tidak menggunakan area perparkiran untuk hal-hal lain selain memarkir kendaraan bermotor, sepeda motor, sepeda dan motor gandeng. Alternatif penggunaan adalah tunduk kepada pertimbangan dari Badan Pengelola. Tidak ada perparkiran selain dari area yang disediakan.

15.          Seluruh area perparkiran diharapkan untuk dijaga dalam kondisi yang bersih, dan tidak akan digunakan untuk menyimpan minyak, bensin, atau material lain yang mudah menyala.

16.          Tidak ada Penghuni boleh melakukan atau mengatur perbaikan mekanis apapun dari segala tipe kendaraan setiap saat apapun di dalam kompleks.

17.          Belajar mengemudi tidak diizinkan di dalam kompleks.

18.          Batas kecepatan maksimum adalah 10 km/jam di dalam kompleks.

19.          Tidak ada Penghuni boleh membuat pertukaran apapun, menghias, memperbaiki atau melakukan apapun terhadap fasilitas-fasilitas dan area umum. Badan Pengelola yang akan mengorganisir pekerjaan tersebut.

20.          Untuk tidak menggunakan WC dan piranti penerimaan air lainnya di dalam apartemen atau area umum manapun, selain dari tujuan untuk mana WC dan piranti tersebut dibangun dan dirancang, maupun untuk sampah atau barang-barang terurai lainnya yang dibuang ke dalamnya. Biaya-biaya yang timbul dari kerusakan sebagai hasil dari penyalahgunaan akan dibayar oleh Penghuni yang menyebabkan kerusakan tersebut.

21.          Untuk tidak menghalangi atau mengizinkan untuk terhalangnya fasilitas-fasilitas dan area umum manapun. Biaya-biaya yang timbul dari penghalang-penghalang tersebut akan dibayar oleh pelanggar itu.

22.          Tidak ada Penghuni yang boleh mengusik atau merusak mekanik apapun atau sistem elektrik atau piranti lain dari fasilitas-fasilitas dan area umum

23.          Tidak ada Penghuni yang boleh mengubah bagian luar dari unit atau mengganti jendelanya dan/atau memoles dan memasang bingkai kaca mereka tanpa persetujuan dari Badan Pengelola.

24.          Tidak ada Penghuni yang boleh meletakkan barang di sekitar area umum tanpa persetujuan dari Badan Pengelola.

25.          Semua perubahan dari kediaman Penghuni apartemen harus diberitahukan kepada Badan Pengelola selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum tanggal asuransi berlaku dan harus dijelaskan kepada Penghuni yang lainnya secara tertulis dengan sepengetahuan Badan Pengelola sebelum perubahan dilakukan.

26.          Fasilitas umum seperti kolam renang, lapangan tenis, pusat kebugaran dan lain-lain hanya boleh digunakan oleh Penghuni yang terdaftar. Tidak ada fasilitas yang boleh digunakan oleh mereka selain dari Penghuni yang terdaftar, kecuali pengunjung yang ditemani oleh Penghuni yang terdaftar tersebut.

27.          Seorang Penghuni yang terdaftar boleh menemani tidak lebih dari satu orang pengunjung untuk penggunaan kolam dan fasilitas lapangan tenis selama hari kerja/jam sibuk.

28.          Badan Pengelola memiliki hak untuk masuk ke dalam unit apartemen manapun secara sopan bilamana dalam keadaan darurat.

29.          Dilarang memuat melebihi kapasitas struktural untuk masing-masing unit/lantai lebih dari 250 kg/m2.

30.          Untuk tidak membuat pertukaran apapun terhadap dinding luar atau bagian depan dari unit selain untuk pemeliharaan normal dan untuk tidak membuat pertukaran lain untuk instalasi atau peralatan tetap apapun di daerah itu sehingga mempengaruhi persediaan air, listrik, gas atau jasa lain ke dalam/melalui apartemen yang melanggar hak Penghuni lain.

31.          Penghuni manapun yang bermaksud mengadakan pesta, kegiatan sosial ataupun perkumpulan lainnya dalam unit apartemen harus memberitahukan terlebih dahulu

Selain tata tertib di atas masih terdapat lagi buku pedoman keadaan darurat, jika terjadi kebakaran, banjir dan

gempa bumi dan petunjuk tehnis untuk penggunaan fasilitas atau sarana lainnya (jika ada).

Selain Tata tertib diatas terdapat 3 (tiga) hal yang patut diketahui oleh setiap penghuni apartemen yaitu:

1.         Hak-hak penghuni selain penggunaan unit apartemennya juga berhak:

-   Menjadi anggota Perhimpunan Penghuni;

-   Mempunyai Hak Suara dalam setiap Rapat Umum Anggota;

-   Menikmati semua fasilitas/sarana sesuai dengan tata tertib pengelolaan atau mebnggunakan, sebagai wujud penggunaan hak atas benda dan bagian bersama

2.         Kewajiban-kewajiban penghuni, yaitu:

-   membayar biaya pengelolaan (service charge & sinking fund);

-   mematuhi atau menjalankan seluruh aturan/ ketentuan-ketentuan meliputi, AD/ART PP dan tata tertib pengelolaan serta petunjuk/pedoman tehnis lainnya;

3.         Prosedur yaitu segala tata cara atau mekanisme yang mengatur bagaimana menjalankan hak & kewajiban tersebut.

Penjelasan diatas merupakan gambaran secara umum dan singkat atas aturan-aturan yang wajib dipahami secara mendasar oleh Pemilik Apartemen. Masing-masing jenis apartemen mempunyai aturan yang beraneka ragam, semakin kompleks jenis apartemennya maka semakin lengkap pula aturannya, Mengingat pesatnya pembangunan Apartemen di Indonesia dengan jenis apartemen yang beragam, maka diharapkan terjadi penyempurnaan aturan hukum Apartemen oleh berbagai kalangan atas Kepemilikan, kepenghunian dan kepengelolaannya terutama bagi apartemen kalangan menengah ke atas.

Demikianlah penjelasan singkat dari saya, apabila ada pertanyaan ataupun konsultasi saya persilahkan untuk mengirimkan email kepada saya di pshproperti@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: